Sales Motivasi : Pilihan Karir yang Tepat

Selama saya berkarir sebagai Coach, Trainer dan penulis buku, banyak orang yang bertanya sebenarnya pekerjaan yang saya kerjakan apakah pekerjaan yang tepat saya lakukan? Atau apakah ini sesuai dengan passion saya?

Yes, memang banyak penulis atau trainer yang mengkhususkan diri tentang itu. Dan saya sempat belajar memahami apa itu passion? Passion dianggap sebagai sebuah bensin yang mengisi bahan bakar kendaraan anda untuk melesat. Jadi seakan2 kendaraan anda tidak akan melesat bila tidak diisi bahan bakar. Bila analoginya seperti itu ya pasti bisa dikatakan benar. Tetapi sudut pandang saya berbeda. Apa bedanya? Sebentar dulu, sebelum saya lanjutkan saya mau mengupas sedikit bagaimana cara mencari passion.

Ada berbagai cara mencari passion. Ada yang diminta
1. Kalau bangun pagi semangat karena apa
2. Rela mau tidur sampai malam karena apa?
3. Seandainya anda liburan panjang, apa yang anda ingin kerjakan
4. Bila anda masuk talent show, anda akan menampilkan diri anda sebagai apa dan karena apa anda muncul disana?
Dan masih banyak lagi.

Sedangkan sudut pandang saya bila ditanya berkaitan itu maka jawaban saya berbeda dengan yang saya lakukan sekarang. Padahal saya enjoy sekali ketika menulis, coaching dan training. Jadi jangan-jangan passion saya bukan di training dong? Hahahaha

Sudut pandang saya adalah pekerjaan apapun yang anda kerjakan bila disertai dengan hati maka itu anda akan menyenangi. Siapa yang menyangka dulu saya menjadi hypnotherapist? Siapa nyangka bahwa saya bisa seperti Rommy Rafael yang hanya saya lihat di TV-TV. Nga ada. Semua karena pilihan saya mau menekuni sebagai apa dan sampai kapan.

Cara kerja otak kita bisa kita manipulasi dan menariknya otak hanya mengikuti saja apa yang kita perintahkan. Misal anda lagi BT, trus anda katakan “saya bersyukur kepada Tuhan atas hari ini dan saya happy sekali.” Anda ulangi kalimat tadi 10-15x dengan bersuara maka anda akan merasakan bersyukur dan happy. Bahkan ada yang bisa sampai menangis bahagia. Jadi apapun yang anda input ke otak anda maka outputnya sesuai hasilnya.

Jadi tentang pilihan karir anda apakah perlu dicari passionnya? Bisa iya, bisa tidak. Tergantung apa yang anda masukan ke dalam output otak anda.

Tapi yang masih ragu sama karirnya bagaimana?

Ingat, yang anda input ke otak adalah ragu maka anda akan ragu terus. Coba saja anda test dengan kata kenapa saya hidupnya ada saja musibah, pasti akan banyak menarik musibah.

Dulu saya sampai menghitung musibah yang datang ke hidup saya maka makin banyak tuh musibahnya. Apakah sekarang sudah tidak ada masalah? Ya tetap ada. Hanya saya tidak input ke dalam otak. Maka saya menganggap hidup ini bagus kok.

Jadi apa yang anda pikirkan maka itu yang anda tarik. Karir anda sesuai atau enggak ya tergantung anda. Kalau anda pertanyakan terus maka akan jadi ragu. Tapi kalau anda deklarasikan itu sebagai karir anda maka hasil akan berbeda

Mana pilihanmu?

Oleh Antonius Arif

Antonius Arif

Seorang praktisi berpengalaman lebih dari 20 tahun dari level Salesman hingga
Sales Director yang berprestasi hingga mendapatkan Penghargaan Nasional &
Asia Tenggara, dan juga penulis lebih dari 13 buku Best Seller serta
salah satu Licensed Trainer of NLP yang diakui langsung oleh Father of NLP Dr Richard Bandler. Saat ini menjadi Pelatih dan Trainer Sales & Personal Development yang banyak membantu perusahaan dan individu untuk mencapai target mereka.

Untuk mengundang Coach Arif sebagai Learning Partner di perusahaan Anda,
silahkan menghubungi contact person ( Anna – 0813-1790-7001 )

Silahkan share atau bagikan artikel ini supaya manfaatnya sampai ke rekan sejawat Anda.

Posted in Artikel, Sales & Marketing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 1 =