Pelatihan Sales : Mengutuki kegelapan dibandingkan menjadi Terang

Sering sekali saya mendengar keluhan para sales saat training sales ( pelatihan penjualan ). Keluhannya beragam, ada yang berkaitan komisi, berkaitan produk yang kurang ok, berkaitan sistem yang tidak ok dan masih banyak lagi. Keluhan-keluhan datang biasanya karena ketika mereka melakukan sesuatu dan tidak berhasil dan mentok maka muncullah alasan-alasan yang dihadirkan.

Bahkan ada juga perusahaan properti yang mempunyai sales dan ketika mereka gagal jualan, mereka mengatakan karena belum ada fasilitas dan sebagainya. Hanya sedikit yang dari mereka akan keluar sebagai pemenang. Mereka cenderung menyalahkan kondisi bahkan mereka mengutuki kegelapan. Yes, daripada mereka jadi terangnya, lebih enak memang mengutuki kegelapan. Dan kalau perlu ramai-ramai mengajak temannya untuk sama-sama mengutuki kegelapan. Memang lebih mudah kok untuk menyalahkan situasi dan kondisi. Dan dulu sayapun bersikap sama saat diawal karir. Mungkin mereka berharap diluar sana ada perusahaan yang lebih baik dan kenapa juga mereka tidak keluar dan pindah ke perusahaan yang mereka anggap akan lebih baik? Mereka bisa beralasan karena tidak ada kesempatan dengan alasan bermacam-macam.

Saya beruntung mempunyai kesempatan beberapa kali bekerja dengan berbagai macam perusahaan baik perusahaan start up, perusahaan besar dan go public , perusahaan keluarga bahkan perusahaan yang bossnya micro management, perusahaan distribusi dan lain sebagainya. Begitu juga ketika saya mengajar dan memberikan training sales ( pelatihan penjualan )  baik perusahaan nasional, perusahaan internasional semua mempunyai problem yang sama dan isue yang sama. Semua mempunyai problem dan kesulitannya sendiri-sendiri. Tidak ada perusahaan yang sempurna. Semua punya isu masing-masing. Bisa perusahaannya bagus eh produk bermasalah. Bisa produk bagus eh sistemnya bermasalah. Intinya They have their own problem. Ini yang kadang tidak mereka sadari. Lebih senang mengutuki kegelapan dibandingkan menjadi terang.

Maksudnya bagaimana sih menjadi terang?

Ketika kita mempunyai masalah dan problem tersebut walau posisinya sudah terjepit, maka jadilah terang yang maksudnya pikirkan solusi dari sudut anda apa yang bisa anda lakukan dengan kondisi tersebut. Dan rubah pendekatan sampai berhasil. Saya berhasil mencapai Top Achiever 3 kali berturut-turut, mendapatkan penghargaan dari majalah Swa sebagai Marketer to watch 2006 dan penghargaan lainnya bukan karena menjual produk mudah tapi karena menjual produk sulit dengan kondisi sulit dan hampir tidak mungkin dan bisa menjadi pemenang. Seandainya saja saya ikut-ikutan terus mengutuki kegelapan maka saya tidak akan pernah menjadi seorang juara. Beruntunglah anda bekerja diproduk yang  tidak masuk akal untuk menjadi juara dan bila anda balikan kondisinya maka anda jadi juara. Kalau anda masih tetap menjadi orang yang terus mengutuki maka kondisinya bakal begitu terus. Ini yang saya mau ajak kepada para teman-teman dalam training sales ( pelatihan sales ) maupun pelatihan NLP atau pelatihan apapun bahkan dalam tulisan ini. Yuk beranjaklah dari situasi terjepit anda buatlah solusi.

Ini ada contoh yang saya temukan selain contoh dari saya sendiri.

Ada perusahaan yang kurang bagus dan saya melihat sendiri tidak ada yang bisa keluar dari kebuntuan itu berpuluh-puluh tahun. Suatu ketika masuklah orang hebat yang mempunyai pemikiran brilian. Dia rubah situasinya dengan membuat sudut pandang yang menarik dari sudut mereka. Dia buat sistem yang masuk akal sehingga menjadi masuk akal. Kalau saya boleh jujur melihat dari sudut saya sebelum berbicara dengan orang itu, menurut saya tidak make sense. Tetapi orang itu begitu berkharisma dan dia melakukan itu dan berhasil sehingga dalam waktu beberapa tahun menjadi cemerlang bisnisnya dan banyak orang yang ikut dengannya. Istilah saya, beliau menjadi chief energy officer ( CEO ). Menjadi orang yang semangat untuk melakukan perubahan maka orang lain ikut berubah.

Jadi apa pilihan anda? Menjadi orang yang mengutuki kegelapan atau menjadi terang itu sendiri?

Oleh Antonius Arif

Antonius Arif

Seorang praktisi berpengalaman lebih dari 20 tahun dari level Salesman hingga
Sales Director yang berprestasi hingga mendapatkan Penghargaan Nasional &
Asia Tenggara, dan juga penulis lebih dari 13 buku Best Seller serta
salah satu Licensed Trainer of NLP yang diakui langsung oleh Father of NLP Dr Richard Bandler. Saat ini menjadi Pelatih dan Trainer Sales & Personal Development yang banyak membantu perusahaan dan individu untuk mencapai target mereka.

Untuk mengundang Coach Arif sebagai Learning Partner di perusahaan Anda,
silahkan menghubungi contact person ( Anna – 0813-1790-7001 )

Silahkan share atau bagikan artikel ini supaya manfaatnya sampai ke rekan sejawat Anda.

Posted in Artikel, Sales & Marketing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 4 =