Pelatihan Penjualan : 7 Cara Kehilangan Prospek anda

Semangat pagi, Pelatihan Penjualan kembali lagi hari ini dengan topik 7 Cara kehilangan prospek anda bersama coach Antonius Arif. Banyak penjual yang tidak menyadari cara bersikap atau bertutur kata. Karena banyak mitos tentang penjualan dan penjual nya bahwa penjual yang bagus adalah yang banyak bicara. Bahkan kalau anak kecil sudah banyak bicara katanya anak ini sudah berbakat menjadi penjual ( sales ) atau jadi pengacara hehehe.


Saya akan buka 7 cara agar anda cepat kehilangan prospek anda. Sudah siap belajar dipelatihan penjualan?

Interupsi. Ketika prospek anda lagi berbicara maka anda interupsi setiap dia berbicara. Setiap dia tertarik sesuatu sesegera mungkin anda interupsi dia maka dipastikan dia akan segera kabur dari penjualnya karena merasa terganggu ketika bercakap – cakap dengan anda. Hilang deh komisi anda dan penjualan terbang entah kemana hehehe

Berbicara tentang anda bukan tentang mereka. Ketika berbicara kepada prospek dan anda melakukan cerita tentang produk anda, cerita tentang anda dan terus menerus cerita semua tentang anda tanpa anda mau peduli sebenarnya kebutuhan mereka apa dan apa benefit yang bisa anda tawarkan untuk dia. Apalagi sales katanya tidak boleh berhenti berbicara maka anda terus berbicara tanpa henti. Hilang deh penjualannya.

Dipepet terus prospeknya. Ada penelitian menarik menurut Rain Sales Consulting bahwa penjualan bisa terjadi dengan cara dipepet terus oleh penjualnya hanya untuk barang / jasa yang murah. Untuk harga yang relatif tinggi sudah tidak bisa dengan cara dipepet. Hanya bisa dengan cara consultative selling. Mau cepat kehilangan prospek, pepet saja terus ya. Dijamin bablas 🙂

Sibuk dengan pikiran sendiri. Ketika seorang prospek berbicara dengan anda dan anda malah sibuk sendiri dengan pikiran anda sendiri bahkan anda tidak mendengarkan apa yang dia katakan maka anda sudah pasti akan kehilangan kepercayaan dari dia. Bahkan mungkin saat prospek bertanya ke anda, andapun karena tidak mendengarkan dengan baik, anda tidak tahu harus menjawab apa. Penjualan bakal lenyap seketika.

Tidak benar – benar mendengarkan. Saat anda sebagai penjual menelpon prospek anda yang anda lakukan hanyalay sibuk dengan chating bahkan facebook an dan melakukan hal lainnya. Dan kadang saat mereka bertanya sesuatu malah anda bertanya balik kepadanya dan menanyakan “maaf tadi apa pak yang dibicarakan?”

Berasumsi. Anda malah berasumsi bahwa mereka membutuhkan hal tertentu dan anda menjelaskan hal tertentu tersebut padahal belum tentu mereka membutuhkan itu. Itu hanya sekedar asumsi anda saja. Walaupun anda mungkin tepat asumsinya tetapi orang tersebut kehilangan berbicara tentang problem yang mereka hadapi. Artinya anda kehilangan kesempatan untuk bonding dengan mereka.

Telling not Selling. Selling (penjualan) melibatkan mendengarkan dan menyelesaikan masalah prospek. Telling (beritahu) melibatkan apapun yang anda mau keluarkan melalui mulut anda. Sedangkan penjualan anda harus mampu memberikan solusi dan kenapa solusi itu tepat. Semakin banyak beritahu semakin hilang ordernya

Bila anda mau dengan cepat kehilangan prospek anda ikuti saran pelatihan penjualan, dijamin mereka semua kabur dari anda. Mau punya cara yang lebih baik, lakukan kebalikan dari saran pelatihan penjualan. Dan kita lihat hasilnya

Salam Performance

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Antonius Arif

Seorang praktisi berpengalaman lebih dari 20 tahun dari level Salesman hingga
Sales Director yang berprestasi hingga mendapatkan Penghargaan Nasional &
Asia Tenggara, dan juga penulis lebih dari 13 buku Best Seller serta
salah satu Licensed Trainer of NLP yang diakui langsung oleh Father of NLP Dr Richard Bandler. Saat ini menjadi Pelatih dan Trainer Sales & Personal Development yang banyak membantu perusahaan dan individu untuk mencapai target mereka.

Untuk mengundang Coach Arif sebagai Learning Partner di perusahaan Anda,
silahkan menghubungi contact person ( Anna – 0813-1790-7001 )

Posted in Artikel, Sales & Marketing and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 9 =