Dapur Training Sales : Berjualan dengan AIDA

Semangat pagi, dapur training sales & pelatihan sales hari ini membuka tulisan bagaimana sales melakukan jualan dengan teknik AIDA. Siap untuk men training pikiran dan skill anda hari ini? Bila sudah siap, yuk lanjut dibaca ya.

Apa itu AIDA? AIDA adalah kependekan dari Attention, Interest, Desire dan Action. Biasanya teknik AIDA hanya digunakan untuk membuat sebuah iklan dan copywriting. Tapi kali ini saya akan mengajak anda untuk training diri kalian mengunakan AIDA dalam konteks ketika menjadi Sales 1 on 1 dan berupa Sales Talk. Sebelum saya berikan contoh dan konteks melakukannya, saya akan kupas satu persatu, siap men training diri kalian?

Attention atau menarik perhatian seseorang ketika bercakap-cakap. Seorang sales harus bisa menarik perhatian prospeknya. Caranya bagaimana? Yuk coba kita pikirkan sejenak kalau diri kita jadi customer. Apakah kita tertarik pada sales yang hanya kasih tahu kelebihan produknya? Bisa iya dan bisa tidak. Kecuali yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan kita (needs) kita. Jika tidak maka kita akan abaikan, betul? Supaya bisa mendapatkan perhatian? Biasanya saya akan mengidentifikasikan segmen atau target marketnya dahulu. Setelah sudah, saya akan mengali kira-kira target market itu butuhnya apa ya? Butuh apa bisa dilihat kira-kira kesulitan apa yang dia miliki saat menjalani profesi itu? Misal : ibu rumah tangga tidak punya pembantu tetapi anak 2 dan masih balita serta orang tua dan saudara jauh tinggalnya. Kira-kira kesulitan dia apa ya? Kesulitan dia adalah bingung siapa yang bisa bantu dia untuk membersihkan rumah, berbelanja, memasak makanan sambil jaga anak, mungkin anaknya lagi panas bingung beli obatnya dan sebagainya. Dan anda sudah bakal menduga solusi yang bisa membantu dia adalah Go-jek 🙂 betul! Nah tugas sales adalah memunculkan attention ( menarik perhatian ) pembeli. Contoh : “bu, saya melakukan riset bahwa problem yang dihadapi oleh seorang ibu rumah tangga adalah ketika punya anak dan tidak ada yang bisa membantu anda untuk melakukan kegiatan membersih rumah, belanja, masak dan sebagainya. Dan anda kadang bingung apa yang harus dilakukan, apalagi saat anda mencoba mengajak anak anda eh anak anda rewel karena jalanan macet dan susah parkir pula, betul begitu?” Nah bagian inilah yang disebut menarik perhatian? Kegagalan sales adalah tidak bisa menemukan kebutuhan customernya apa. Ingat, per target market ya.

Interest adalah tugas interest adalah membuat orangnya semakin tertarik yang kita tawarkan. Disini bisa berupa harga, detail informasi, ketersediaan. Kita training subconsciousnya agar lebih tertarik lagi. Bila kasus diatas kita teruskan tentang ibu rumah tangga maka ibu itu akan berbicara, “iya betul, saya mengalami hal itu semua.” Dan mungkin dia akan melanjutkan dengan curhat kondisi dia. Nah disini tugas sales adalah mendengarkan dengan empati. Training diri anda untuk memperhatikan mata dia, munculkan perasaan empati. Itu yang penting. Lalu anda bisa lanjutkan, “bu, kami sudah melakukan riset itu dan mempunyai jawabannya. Yaitu Go-jek misalnya. Dan kemudian anda menjelaskan detail apa yang bisa dibantu Go jek dalam hal ini dengan biaya per pengantaran berapa serta kalau bingung tidak ada cash, bisa memakai go pay dan sebagainya. Tugas anda sebagai sales adalah menjual solusi yang bisa diberikan.

Desire adalah menciptakan hasrat untuk membeli. Disini anda bisa memunculkan siapa-siapa selebriti yang sudah memakai atau anda menjelaskan benefit tambahan lainnya di produk atau jasa yang anda tawarkan. Disini seorang sales akan membuat prospeknya semakin semangat. Nah besok saya akan menuliskan tentang irresistible offer?  Saya akan bahas besok secara lengkap. Dan ini pengalaman pribadi saya waktu orang lain menawarkan ( sales) itu kepada saya dan saya juga menggunakan ke orang lain. Dahsyat banget! Siap baca besok ya.

Action adalah untuk orang lain bertindak. Kadang sales suka lupa saat berjualan dan sudah menawarkan sesuatu tetapi lupa untuk melakukan closing. Tidak ada perintah untuk melakukan sesuatu. Disini anda men training customer anda untuk bertindak atau melakukan action untuk membeli. Contoh kasus diatas. “Silahkan ibu buka hp ibu, saya bantu downloadnya ya bu. Nanti saya ajarkan cara menggunakannya agar ibu bisa segera transaksi. Ok bu?”  Nah setiap bagian adalah bagian yang penting dalam proses penjualan. Ini adalah penutup orangnya agar melakukan pembelian. Menarikkan?

Berakhirlah dapur training sales dan pelatihan sales hari ini dan besok saya akan sharing rahasia training – training sales dan pelatihan – pelatihan sales saya. Saya akan bongkar rahasia untuk irresistible offer agar sales anda lebih bagus. Dan selalu diingat bahwa training diri anda bukan sekedar keahlian tetapi training juga attitude dan motivasi dalam diri anda. Siap?

Sampai jumpa. Salam performance!

“Your Achievement is Our Mission”

Oleh : Antonius Arif

Antonius Arif

Seorang praktisi berpengalaman lebih dari 20 tahun dari level Salesman hingga
Sales Director yang berprestasi hingga mendapatkan Penghargaan Nasional &
Asia Tenggara, dan juga penulis lebih dari 13 buku Best Seller serta
salah satu Licensed Trainer of NLP yang diakui langsung oleh Father of NLP Dr Richard Bandler. Saat ini menjadi Pelatih dan Trainer Sales & Personal Development yang banyak membantu perusahaan dan individu untuk mencapai target mereka.

Untuk mengundang Coach Arif sebagai Learning Partner di perusahaan Anda,
silahkan menghubungi contact person ( Anna - 0813-1790-7001 )

Silahkan share atau bagikan artikel ini supaya manfaatnya sampai ke rekan-rekan Anda.

Posted in Artikel, Sales & Marketing and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =